Call Center 021-87780015 Ext. 138
21 Mei 2019 13:50:41

INVESTASI WAKAF DAN RESIKONYA

Oleh : Dr. Fahruroji, Lc,
MA



Di tengah masyarakat masih terjadi pro kontra tentang
investasi wakaf terkait dengan resiko yang mungkin terjadi dari kegiatan
investasi wakaf. Bagi mereka yang pro/setuju investasi wakaf berpendapat bahwa
manfaat wakaf akan dapat dioptimalkan dengan menginvestasikan harta benda wakaf
pada sektor keuangan atau sektor ril yang memberikan keuntungan besar.
Sementara dalam soal resiko kerugian atau kegagalan adalah sebagai hal yang
lumrah terjadi dalam investasi atau dianggap sebagai konsekuensi dari kegiatan
investasi yang bisa untung dan bisa rugi.



Bagi mereka yang kontra/tidak setuju investasi wakaf
berpendapat bahwa harta benda wakaf harus terjaga keabadiannya, tidak boleh
berkurang, dan tidak boleh hilang. Sementara kegiatan investasi beresiko
menghilangkan atau mengurangi harta benda wakaf jika investasinya mengalami
kerugian atau kegagalan. Mereka cenderung memanfaatkan harta benda wakaf untuk
kegiatan yang bukan investasi, tetapi untuk kegiatan pembangunan sarana
peribadatan, sarana sosial, sarana pendidikan, dan sarana atau kegiatan lainnya
yang bukan untuk tujuan investasi. 



Investasi wakaf sesungguhnya dilakukan untuk menjaga,
memelihara, mengembangkan harta benda wakaf, dan mewujudkan tujuan-tujuan wakaf
dalam bidang sosial kemasyarakatan, pendidikan, kesehatan, dakwah, ekonomi, dan
pembangunan. Selain itu, investasi yang menguntungkan penting untuk dilakukan
sebab jika tidak maka bisa saja harta benda wakaf akan hilang atau berkurang
karena digunakan untuk membayar biaya operasional, biaya pemeliharaan, dan
biaya-biaya lainnya.



Pentingnya melakukan investasi wakaf, telah dibahas oleh
para ulama dengan menetapkan ketentuan atau batasan dalam menginvestasikan
harta benda wakaf, agar investasi wakaf yang dilakukan sesuai dengan syariah
dan memperoleh keberhasilan atau terhindar dari kerugian. Ketentuan atau
batasan syar’i dalam investasi wakaf yang telah ditetapkan ulama adalah sebagai
berikut:



  1. Sesuai
    dengan prinsip syariah: maksudnya adalah kegiatan investasi wakaf sesuai dengan
    ketentuan hukum syariah, seperti tidak melakukan investasi wakaf pada bidang
    usaha atau instrumen investasi yang diharamkan contohnya deposito di bank
    konvensional atau membeli saham perusahaan yang usahanya di bidang yang
    haram.   
  2. Menjaga
    dan memelihara harta benda wakaf agar tetap abadi dan bermanfaat.
  3. Tidak
    melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh wakif, selama ketentuan wakif
    tersebut sesuai dengan syariah.
  4. Tidak
    melakukan investasi wakaf pada jenis investasi yang beresiko tinggi (high
    risk), dan adanya jaminan yang semestinya untuk mengurangi terjadinya
    resiko. 
  5. Investasi
    wakaf yang dilakukan memiliki kelayakan secara ekonomi, dan untuk mengetahui
    kelayakannya diperlukan kajian yang mendalam (feasibility study) yang dibuat
    oleh ahlinya.
  6. Pengawasan
    atas investasi wakaf oleh ahli yang menguasai ilmunya dan amanah agar harta
    benda wakaf terlindungi dari pencurian dan pengkhianatan yang dilakukan oleh
    pelaku investasi wakaf.
  7. Memperhatikan
    keadaan para penerima manfaat wakaf (mauquf alayh) yaitu dengan  segera menyalurkan manfaat wakaf kepada mereka
    dan menciptakan lapangan kerja untuk fakir miskin. 
  8. Pembangunan
    wilayah, maksudnya investasi wakaf dilakukan di wilayah tempat lembaga wakaf
    berada atau di negara Islam, dan tidak dilakukan di negara yang memusuhi Islam
    atau memerangi kaum muslimin.
  9. Adanya
    perjanjian kerja sama antara para pihak yang terlibat dalam kegiatan investasi
    wakaf, di antaranya menjelaskan tentang pembagian keuntungan dan kerugian yang
    ditanggung para pihak.
  10.  Evaluasi
    dan supervisi atas kegiatan investasi wakaf agar berjalan sesuai dengan rencana
    dan program yang telah ditetapkan.




Mengenai resiko investasi wakaf, Lembaga Fikih Islam
menetapkan bahwa:



  1. Resiko
    dalam investasi tidak mungkin dihilangkan termasuk dalam investasi wakaf karena
    setiap investasi memiliki resiko.
  2. Investasi
    wakaf dilakukan dengan tidak memilih jenis investasi yang beresiko tinggi (high
    risk).
  3. Harus ada
    jaminan atas investasi wakaf untuk mengurangi terjadinya resiko.




Akhirnya, keberhasilan investasi wakaf diukur dengan dua
hal, pertama: terpeliharanya harta benda wakaf dari segi keutuhan pokok
hartanya dan kemampuan produksinya, dan kedua: memperoleh keuntungan atau
manfaat yang berkelanjutan bagi penerima manfaat wakaf (mauquf alayh).



GRAHA PKPU Lt. 3
Jl. Raya Condet No. 27 G, Batu Ampar, Jakarta Timur 13520
Fax : (021) 877 800 13
Telephone : 021-87780015 Ext. 138
Email : info@iwakaf.or.id
Website : iwakaf.or.id
LINK - LINK LAINNYA

Daftar Bank iWakaf
Event
Konfirmasi Pembayaran
Berita & Laporan
Daftar Nama Wakif
Free eBooks