Call Center 021-87780015 Ext. 138
21 Mei 2019 13:54:15

WAKAF PRODUKTIF

Oleh : Dr. Fahruroji, Lc,
MA



Wakaf produktif bagi sebagian orang masih dianggap sebagai
istilah baru atau bahkan istilah asing/tidak dikenal dalam perwakafan.
Sesungguhnya wakaf produktif bukan sebagai istilah yang baru dikenal atau
dipraktikkan saat ini, namun ia memiliki akar yang kuat dalam sejarah awal
perkembangan wakaf di mana Rasulullah telah memerintahkannya, bahkan beliau
juga melaksanakannya.



Sejarah perwakafan mencatat bahwa wakaf produktif pertama
kali dipraktikkan oleh Rasulullah dengan mewakafkan tujuh bidang kebun kurma di
Madinah. Kebun kurma ini awalnya milik seorang Yahudi yang bernama Mukhairiq
yang bersimpati kepada Rasululah. Ia ikut berperang dengan pasukan Islam dalam
perang Uhud dan berpesan kepada Nabi: Jika saya terbunuh maka kebun kurma milik
saya menjadi milik Rasulullah. Mukhairiq terbunuh pada Perang Uhud sehingga
kebun kurma itu dimiliki oleh Rasulullah lalu Beliau mewakafkannya.



Wakaf produktif berikutnya dilakukan oleh Umar bin Khattab
atas tanah miliknya di Khaibar. Umar meminta petunjuk kepada Rasulullah tentang
tanah tersebut, lalu Rasulullah menganjurkannya untuk menahan tanahnya dan
menyedekahkan hasilnya. Sabda Rasulullah:



...إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا...



Jika mau, kamu tahan pokoknya dan kamu sedekahkan hasilnya.



Hadis tersebut menjadi dasar hukum wakaf produktif, dan dari
hadis itu dapat disimpulkan bahwa wakaf produktif adalah harta benda wakaf yang
dikelola atau pengelolaannya untuk suatu kegiatan yang menghasilkan keuntungan
untuk disalurkan pada program-program peningkatan kesejahteraan umat. Jadi,
apapun kegiatan perwakafan baik pendidikan, kesehatan, ekonomi/bisnis, dan
sebagainya selama dalam pengelolaannya memberikan hasil atau keuntungan maka
hasil atau keuntungan itu harus dipergunakan untuk mewujudkan kesejahteraan
umat. Lanjutan hadis Rasulullah di atas menegaskan tentang penyaluran hasil
pengelolaan wakaf:



...فَتَصَدَّقَ عُمَرُ فِي الْفُقَرَاءِ وَفِي الْقُرْبَى وَفِي
الرِّقَابِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَالضَّيْفِ...



Umar menyedekahkan hasilnya kepada faqir miskin, kerabat,
untuk memerdekakan budak, untuk orang yang berperang di jalan Allah, orang
musafir dan para tamu.



Dari praktik dan hadis tersebut, jelas bahwa wakaf produktif
bagian dari wakaf yang diajarkan dan dipraktikkan oleh Rasululah dan
sahabatnya. Oleh karena itu, wakaf tidak terbatas pada masjid, mushalla,
majelis taklim, kuburan, panti asuhan, sekolah, universitas, madrasah, dan
pesantren, tetapi mencakup apa saja yang bertujuan untuk mewujudkan
kesejahteraan umat. Karena itu pula, maka harta benda yang diwakafkan dapat
berbentuk tanah, toko, kantor, rumah, rumah sakit, hotel, pabrik, kendaraan,
uang, surat berharga, dan sebagainya yang pengelolaannya menghasilkan
keuntungan atau manfaat.



GRAHA PKPU Lt. 3
Jl. Raya Condet No. 27 G, Batu Ampar, Jakarta Timur 13520
Fax : (021) 877 800 13
Telephone : 021-87780015 Ext. 138
Email : info@iwakaf.or.id
Website : iwakaf.or.id
LINK - LINK LAINNYA

Daftar Bank iWakaf
Event
Konfirmasi Pembayaran
Berita & Laporan
Daftar Nama Wakif
Free eBooks